ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA KELAS V SDN KAUMAN 1 KOTA MALANG PADA MATA PELAJARAN PJOK UNTUK PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Authors

  • Bondan Fitriansyah Universitas Negeri Malang
  • Sapto Adi Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um063.v5.i4.2025.4

Keywords:

Gaya belajar, Kurikulum Merdeka, Pembelajaran berdiferensiasi

Abstract

Konsep belajar mandiri siswa terbentuk melalui penerapan kurikulum mandiri. Berdasarkan pemetaan gaya belajar, pembelajaran terdiferensiasi diterapkan sebagai respons terhadap kurikulum otonom. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi berbagai bentuk gaya belajar siswa dan bagaimana data gaya belajar digunakan dalam pembelajaran individual. Dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dan observasi, penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Model Miles & Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan digunakan dalam teknik analisis data. Berdasarkan hasil penelitian, siswa kelas V A SDN Kauman 1 Kota Malang memiliki preferensi belajar visual (53%), preferensi kinestetik (29%), dan preferensi auditori (18%). Hal ini menunjukkan bahwa membaca atau menonton materi visual akan membantu sebagian besar siswa belajar dan memahami debat dengan mudah. ​​Siswa akan dibantu dalam proses belajar mereka melalui berbagai kegiatan belajar yang disesuaikan dengan gaya belajar masing-masing melalui penggunaan pembelajaran terdiferensiasi.

References

Azimi, S., Wang, S., Kwan, C., & Azimi, H. (2017). Visual learning styles and their applications in education. International Journal of Learning and Development, 7(4), 23–36.

Chen, M., Smith, J., & Lee, T. (2017). Understanding visual learners: The impact of images in educational content. Educational Research International, 14(2), 112–125.

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

De Porter, B. (2018). Quantum teaching: Mempraktikkan quantum learning di ruang-ruang kelas. Bandung: Kaifa.

Diana, R., Safitri, D., & Ramadhan, M. (2021). Kinesthetic learning preferences and classroom engagement. Journal of Education and Practice, 12(5), 78–89.

Hamna, M., & BK, R. (2022). The role of auditory learning styles in enhancing student achievement. Journal of Educational Psychology, 13(2), 45–67.

Herawati, N. (2018). Memahami dinamika belajar siswa dalam lingkungan sekolah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 23(1), 12–20.

Marisa, R. (2021). Kurikulum merdeka: Konsep dan implementasi dalam pendidikan Indonesia. Jurnal Kajian Pendidikan, 35(2), 67–85.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (1994). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research and evaluation methods (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Qur’ani, R. (2023). Learning as a psychological and physical transformation process. Journal of Learning Science, 20(3), 34–50.

Rattan, M., & Lengkong, E. (2023). Ki Hajar Dewantara’s philosophy in modern education practices. Asian Education Review, 8(1), 1–15.

Subhan, M. (2022). Differentiated instruction in Indonesian classrooms. Education Strategies Journal, 11(4), 14–25.

Sukardi. (2014). Metodologi penelitian pendidikan: Kompetensi dan praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.

Tomlinson, C. A. (2001). How to differentiate instruction in mixed-ability classrooms (2nd ed.). Alexandria, VA: Association for Supervision and Curriculum Development.

Turhusna, A., & Solatun, S. (2020). The effectiveness of individualized teaching methods in reducing learning disparities. Journal of Educational Research, 29(3), 101–115.

Wahyuningsari, D., Sumarni, N., & Taufiq, M. (2014). The implementation of differentiated instruction in the Indonesian classroom. Jurnal Pendidikan, 18(2), 85–97.

Downloads

Published

2025-04-18

Issue

Section

Articles