PENINGKATAN HASIL PEMBELAJARAN LAY UP SHOOT MELALUI TUTOR SEBAYA DI KELAS VII C SMPN 13 MALANG
DOI:
https://doi.org/10.17977/um063.v5.i4.2025.1Keywords:
Analisa, Materi PJOK, Model pembelajaran STADAbstract
Artikel ini berfungsi sebagai paradigma pembelajaran PJOK, dengan menawarkan metode pembelajaran alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu siswa kelas VII C SMPN 13 Kota Malang mengembangkan keterampilan analisis mereka tentang konten pendidikan jasmani. Peneliti menggunakan siswa yang berprestasi lebih baik daripada teman-temannya sebagai tutor sebaya atau model untuk mengatasi masalah ini. Siswa dengan kemampuan unggul yang membantu guru dalam membimbing dan melatih teman sebaya, khususnya dalam dasar-dasar menembak (lay up shot), dikenal sebagai tutor sebaya. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah metodologi penelitian yang digunakan, dan menggunakan model penelitian dua siklus. Tiga puluh dua siswa menjadi subjek penelitian. Statistik deskriptif kuantitatif dengan persentase digunakan dalam analisis data. Menurut temuan, siswa menunjukkan pengetahuan yang mendalam tentang materi yang luas selama sesi pembelajaran siklus I dan meningkat dari 71% menjadi 87% setelah pertemuan kedua siklus II. Menarik kesimpulan bahwa penggunaan pendekatan tutor sebaya telah berhasil dalam meningkatkan proses pendidikan dan mempromosikan prestasi akademik yang lebih tinggi di antara siswa.
References
Cohen, E. G. (1994). Designing groupwork: Strategies for the heterogeneous classroom. Teachers College Press.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. SAGE Publications.
Griffin, L. L., & Butler, J. (2005). Teaching games for understanding: Theory, research, and practice. Human Kinetics.
Goodlad, S., & Hirst, B. (1989). Peer tutoring: A guide to learning by teaching. Nichols Publishing.
Hattie, J., & Timperley, H. (2007). The power of feedback. Review of Educational Research, 77(1), 81–112. https://doi.org/10.3102/003465430298487
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2009). An educational psychology success story: Social interdependence theory and cooperative learning. Educational Researcher, 38(5), 365–379. https://doi.org/10.3102/0013189X09339057
Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The action research planner. Deakin University Press.
Mulyati, T., & Watini, S. (2022). Penelitian tindakan kelas: Konsep dan implementasi. Rajawali Press.
Roscoe, R. D., & Chi, M. T. H. (2007). Understanding tutor learning: Knowledge-building and knowledge-telling in peer tutors’ explanations and questions. Review of Educational Research, 77(4), 534–574. https://doi.org/10.3102/0034654307309920
Slavin, R. E. (1995). Cooperative learning: Theory, research, and practice. Allyn & Bacon.
Slavin, R. E. (2011). Educational psychology: Theory and practice. Pearson.
Topping, K. J. (2005). Trends in peer learning. Educational Psychology, 25(6), 631–645. https://doi.org/10.1080/01443410500345172
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Webb, N. M. (2008). Peer interaction and learning in small groups. International Journal of Educational Research, 47(3), 191–209. https://doi.org/10.1016/j.ijer.2008.07.005
Wood, D., Bruner, J. S., & Ross, G. (1976). The role of tutoring in problem solving. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 17(2), 89–100. https://doi.org/10.1111/j.1469-7610.1976.tb00381.x
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
3.png)
1.png)
1.png)

