DAYA DUKUNG KAWASAN DALAM PENGEMBANGAN WISATA EDUKASI GUNUNG KELUD

Authors

  • Muh. Fatkhul Najib Universitas Negeri Malang
  • I Komang Astina Universitas Negeri Malang
  • Nailul Insani Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um063.v5.i2.2025.1

Keywords:

Wisata edukasi, Hutan obat, Daya dukung kawasan

Abstract

Gunung Kelud salah satu kawasan wisata paling populer yang berada di Kabupaten Kediri. Kawasan Gunung Kelud juga memiliki objek wisata dengan konsep pelestarian budaya, serta pengenalan dan cara pemanfaatan tanaman-tanaman obat yakni objek Wisata Edukasi Hutan Obat Mbambingan.  Sebagai Wisata berbasis alam dan budidaya, pengelola Wisata Edukasi Hutan Obat Mbambingan menyelaraskan fungsinya menjadi objek wisata pendidikan dan konservasi, pembatasan jumlah kunjungan wisatawan adalah kunci dari berwisata aman dan nyaman tanpa merusak lingkungan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui daya dukung kawasan dan langkah pengembangan Wisata Edukasi Hutan Obat Mbambingan untuk mendukung adanya aktivitas wisata tanpa merusak lingkungan sekitar area wisata. Tipe analisis yang digunakan pada penelitian ini berupa analisis kuantitatif deskriptif dengan melakukan perhitungan Physical Carrying Capacity (PCC) untuk mengetahui daya tampung maksimal wisatawan  dan real carrying capacity (RCC) untuk mengetahui batasan wisatawan yang aman bagi lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian untuk Daya dukung kawasan memiliki nilai sebesar 3.846 yang artinya area wisata edukasi Mbambingan secara fisik mampu menampung pengunjung sebanyak 3.846/hari. Daya Dukung riil terdapat 3 faktor koreksi dalam menentukan perhitungan nilainya antara lain : 1)  keragaman vegetasi, 2) kelerengan lahan, dan 3) curah hujan. Faktor keragaman vegetasi memiliki nilai 98,6 persen faktor kelerengan lahan memiliki nilai 55,65 persen dan faktor curah hujan memiliki nilai 40,39 persen berdasarkan hasil dari 3 faktor koreksi maka nilai Daya dukung riil memiliki nilai sebesar 15 yang berarti jumlah maksimum berdasarkan faktor koreksi yang dapat mempengaruhi kawasan dan kegiatan wisata yakni 15 kunjungan wisatawan perharinya. Hasil dari perhitungan daya dukung wisata menunjukkan persamaan PCC lebih dari RCC yang berarti jumlah wisatawan tidak boleh melebihi batas maksimum nilai RCC, dampak yang diakibatkan ketika melebihi batas maksimum akan mempengaruhi kelestarian lingkungan.

References

Bodger, D. (2013). Leisure, Learning, and Travel. Journal of Physical Education, Recreation & Dance. https://doi.org/10.1080/07303084.1998.10605532

BMKG Stasiun Pandantoyo KarangPloso Malang tahun 2022

BPBD Kabupaten Blitar, 2022

BPS Kabupaten Kediri tahun 2022

BPS Kabupaten Kediri. (2020). Kabupaten Kediri Dalam Angka 2020.

BPS Kabupaten Kediri. (2021). Kabupaten Kediri Dalam Angka 2021.

Cifuentes, M. (1992). The Technical Report. Buku. Turrialba. Costa Rica.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri tahun 2021

Fandeli, C. (2000). Perencanaan Kepariwisataan Alam. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.

Insani, N., Ariani, Y., Arachman, F. R., & Wibowo, D. A. (2020). Carrying capacity estimations to support tourism coastal management in Ungapan Beach Indonesia. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science.

Kuspriyatno. (2014). Pengembangan Kepariwisataan Di Kabupaten Kediri Sebagai Daerah Tujuan Wisata Lokal Dan Nasional. Universitas Negeri Surabaya.

Lucyanti, S. (2013). Penilaian daya dukung wisata di Obyek Wisata Bumi Perkemahan Palutungan Taman Nasional Gunung Ciremai Provinsi Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan.

Murtini, S., Astina, I. K., & Utomo, D. H. (2018). SWOT analysis for the development strategy of mangrove ecotourism in Wonorejo, Indonesia. Mediterranean Journal of Social Sciences.

PP No 18 Tahun 1994 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Zona Pemanfaatan Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam.

Pudyatmoko, Y. T. L. S., Fandeli, C., & Baiquni, M. (2015). Ritual sebagai daya tarik ekowisata di desa nounea kabupaten maluku tengah. Jurnal Kawistara.

Putra, Y. P., & Puspita, N. V. (2020). Pengaruh Pengalaman Wisatawan Terhadap Minat Berkunjung Kembali Pada Lokasi Dark Tourism–Gunung Kelud, Kediri. Jurnal Ekbis.

Rahayu, R. S., Talkah, A., & Daroini, A. (2020). Strategi Pengembangan Wisata Edukasi Hutan Obat Mbambingan Gunung Kelud Kabupaten Kediri. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis.

Sasminto, R. A., & Tunggul, A. (2014). Analisis spasial penentuan iklim menurut klasifikasi schmidt-ferguson dan Oldeman di Kabupaten Ponorogo. Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan.

Sasmita, E. (2014). Analisis daya dukung wisata sebagai upaya mendukung fungsi konservasi dan wisata di Kebun Raya Cibodas Kabupaten Cianjur. Jurnal Manajemen Resort dan Leisure.

Setia, I. N., & Suharjono, S. (2015). Diversitas dan Uji Potensi Bakteri Kitinolitik dari Limbah Udang. Biotropika: Journal of Tropical Biology.

Sevilla, C. (2007). Research Methods. Rex Printing Company. Kota Quezon.

Siswantoro, H. (2012). Kajian Daya Dukung Lingkungan Wisata Alam Taman Wisata Alam Grojogan Sewu Kabupaten Karanganyar. Universitas Diponegoro.

Siswantoro, H., Anggoro, S., & Sasongko, D. P. (2012). Strategi Optimasi Wisata Massal di Kawasan Konservasi Taman Wisata Alam Grojogan Sewu. Jurnal Ilmu Lingkungan.

Sustri, S. (2009). Daya dukung wisata alam di Taman Nasional Kepulauan Togean Sulawesi Tengah. Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Undang-undang No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan.

Downloads

Published

2025-03-14

Issue

Section

Articles