NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL YANG TERKANDUNG DALAM TRADISI WILUJENGAN NAGARI MAHESA LAWUNG DI KARATON KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT
DOI:
https://doi.org/10.17977/um063v4i10p10Keywords:
Tradisi, Mahesa Lawung, Kearifan lokalAbstract
Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kandungan nilai-nilai keraifan lokal dalam Tradisi Wilujengan Nagari Mahesa Lawung di Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Pendekatan dalam kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Analisis data meliputi tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian ini menjabarkan tentang sejarah Tradisi Wilujengan Nagari Mahesa Lawung yang memuat asal mula terciptanya Tradisi Mahesa Lawung sejak zaman Jawa kuno hingga memasuki masa Mataram Islam (Karaton Surakarta). Pelaksanaan Tradisi Wilujengan Nagari Mahesa Lawung mencakup prosesi pelaksanaan, ubarampe sesaji, dan doa yang diselenggarakan di Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Alas Krendhawahana. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Tradisi Wilujengan Nagari Mahesa Lawung memaparkan temuan muatan nilai kearifan lokal yang tersirat dalam serangkaian pelaksanaan tradisi berupa nilai religi, nilai harmoni, dan nilai simbolisme.
References
Adiprojo, M. Ng. S. (2023). Tradisi-Wilujengan Nagari Mahesa Lawung. Kratonsurakarta.com. https://www.kratonsurakarta.com/tradisi-mahesa-lawung/
Al-Amri, L., & Haramain, M. (2017). Akulturasi Islam dalam budaya lokal. KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan, 10(2), 191–204. https://doi.org/10.35905/kur.v10i2.594
Astuti, W. (2020). Bentuk pendidikan karakter di Karaton Kasunanan Surakarta berbasis ajaran Tri Hita Karana. Widya Aksara: Jurnal Agama Hindu, 25(1), 130–152. https://doi.org/10.54714/widyaaksara.v25i1.72
Azhar, R. K. D., Bashori, K., & Samsuddin, M. (2020). Penanaman nilai-nilai perdamaian di Peacesantren Welas Asih Samarang Garut. Profetika: Jurnal Studi Islam, 21(2), 134–146. https://doi.org/10.23917/profetika.v21i2.13075
Bahardur, I. (2018). Kearifan lokal budaya Minangkabau dalam seni pertunjukkan tradisional Randai. JENTERA: Jurnal Kajian Sastra, 7(2), 145–160. https://doi.org/10.26499/jentera.v7i2.932
Basyari, H. I. W. (2014). Nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) tradisi Memitu pada masyarakat Cirebon (Studi masyarakat Desa Setupatok Kecamatan Mundu). Edunomic: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 2(1), 47–56.
Cahyawati, P. N. (2022). Quo vadis kebudayaan Nusantara. WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 6(1), 39–46.
Danandjaya, J. (2002). Folklor Indonesia. Pustaka Utama Grafiti.
Endraswara, S. (2018). Mistik Kejawen: Sinkretisme, simbolisme dan sufisme dalam budaya spiritual Jawa. Narasi.
Faiz, A., & Soleh, B. (2021). Implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran, 7(1), 68–77. https://doi.org/10.22219/jinop.v7i1.14250
Kurniawan, F. (2017). Sinkretisme tradisi Wilujengan Nagari Mahesa Lawung di Keraton Surakarta Hadiningrat [Skripsi]. Universitas Negeri Jakarta.
Martha, I. W., & Wijaya, I. B. G. (2019). Upacara Macaru Sanak Magodel di Sasih Kesanga Desa Adat Abiantuwung Tabanan. VIDYA WERTTA: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia, 2(1), 28–41. https://doi.org/10.32795/vw.v2i1.321
Maruti, E. (2019). Simbolisasi dalam novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho. SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(4), 79–89. https://doi.org/10.32682/sastranesia.v7i4.1301
Mursak, M., & Takdir, M. (2019). Penguatan nilai-nilai kearifan lokal dalam penyelenggaraan pemerintahan desa di Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai. Jurnal Ilmiah Administrasita, 10(2), 138–145. https://doi.org/10.47030/administrasita.v10i2.151
Padet, I. W., & Krishna, I. B. W. (2018). Falsafah hidup dalam konsep kosmologi. GENTA HREDAYA, 2(2), 37–43.
Saitya, I. B. S., & Meilani, N. G. A. N. (2021). Kajian Bhagavad Gītā terhadap makna prasadam bagi masyarakat Hindu di Bali. Sphatika: Jurnal Teologi, 12(2), 207–216. https://doi.org/10.25078/sp.v12i2.3018
Setiawan, R. (2015). Bentuk, makna, dan fungsi sesaji Mahesa Lawung dalam tradisi ritual di Keraton Surakarta Hadiningrat [Skripsi]. Universitas Negeri Semarang.
Shufa, N. K. F. (2018). Pembelajaran berbasis kearifan lokal di sekolah dasar: Sebuah kerangka konseptual. INOPENDAS: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 1(1), 48–53. https://doi.org/10.24176/jino.v1i1.2316
Sumarno, S. (2013). Upacara tradisi Wilujengan Negari Mahesa Lawung Kraton Surakarta di Krendhawahana. Jantra: Jurnal Sejarah dan Budaya, 8(2), 189–199.
Umro, J. (2018). Penanaman nilai-nilai religius di sekolah yang berbasis multikultural. Jurnal Al-Makrifat, 3(2), 149–166.
Upacara Adat Mahesa Lawung. (2021). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailTetap=2094
Wiediharto, V. T., Ruja, I. N., & Purnomo, A. (2020). Nilai-nilai kearifan lokal tradisi Suran. Diakronika, 20(1), 13–20. https://doi.org/10.24036/diakronika/vol20-iss1/122
Wokal, V. V. B., Rovensius, D., & Kwirinus, D. (2020). Gereja dan ritual tolak bala dalam masyarakat Dayak. Prespektif: Jurnal Agama dan Kebudayaan, 15(2). https://adityawacana.id/ojs/index.php/jpf/article/view/144
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
3.png)
1.png)
1.png)

