Pengembangan history e-magazine (histoemag) berbasis koleksi museum Kabupaten Pasuruan kelas X IBB SMAN 1 Bangil
DOI:
https://doi.org/10.17977/um063v2i10p999-1013Keywords:
bahan ajar, histoemag, museumAbstract
The purpose of writing this article is to produce a product and to find out the effectiveness of using Adobe Flash-based History e-magazine (Histoemag) teaching materials for Hindu-Buddhist historical heritage materials in the Pasuruan Regency Museum Collection for class X IBB SMAN 1 Bangil students. Departing from the potential and problems found, namely the lack of use of innovative teaching materials in history learning, the researchers developed teaching materials in the form of History electronic magazine (Histoemag). The research used to develop this product uses a research and development model according to Sugiyono with 10 stages consisting of: 1) potential and problems, 2) data collection, 3) product design, 4) design validation, 5) design revision, 6) product trial, 7) product revision, 8) use trial, (9) product revision, and 10) mass production. The research and development of this product produces teaching materials in the form of historical electronic magazines containing Hindu-Buddhist historical heritage materials which are packaged into three parts accompanied by pictures, videos, game rubrics (crossword puzzles) and practice questions (quizzes) that support the delivery of material in teaching materials. The results of the validation of the material experts were 92.85 percent (very valid), 98.21 percent of the teaching materials experts (very valid), 91.83 percent of the small group trial results (very effective) and the large group trial results obtained 94.60 percent (very effective). Based on the results obtained, it shows that the History e-magazine teaching materials based on Adobe Flash are declared to be very valid and very effective by meeting the criteria of being very worthy as teaching materials.
Tujuan penulisan artikel ini menghasilkan produk serta mengetahui keefektifan penggunaan bahan ajar History e-magazine (Histoemag) berbasis Adobe Flash materi peninggalan sejarah Hindu-Buddha pada Koleksi Museum Kabupaten Pasuruan untuk siswa kelas X IBB SMAN 1 Bangil. Berangkat dari potensi dan masalah yang ditemukan yakni minimnya penggunaan bahan ajar inovatif dalam pembelajaran sejarah, peneliti mengembangkan bahan ajar berupa History electronic magazine (Histoemag). Penelitian yang digunakan untuk mengembangkan produk ini menggunakan model penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono dengan 10 tahapan terdiri dari: 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, 7) revisi produk, 8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan 10) produksi massal. Penelitian dan pengembangan produk ini menghasilkan bahan ajar berbentuk majalah elektronik sejarah memuat materi peninggalan sejarah Hindu-Buddha yang dikemas menjadi tiga bagian disertai gambar, video, rubrik game (teka-teki silang) dan latihan soal (kuis) yang dapat mendukung penyampaian materi dalam bahan ajar. Adapun hasil validasi ahli materi diperoleh sebesar 92,85 persen (sangat valid), 98,21 persen dari ahli bahan ajar (sangat valid), 91,83 persen dari hasil uji coba kelompok kecil (sangat efektif) dan hasil uji coba kelompok besar memperoleh sebesar 94,60 persen (sangat efektif). Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bahan ajar History e-magazine berbasis Adobe Flash dinyatakan sangat valid dan sangat efektif dengan memenuhi kriteria sangat layak sebagai bahan ajar.
References
Agung, L., & Wahyuni, S. (2013). Perencanaan Pembelajaran Sejarah. Yogyakarta: Ombak.
Akbar, S. (2017). Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Chotibuddin, C., & Santoso, S. A. (2020). Pembelajaran Blended Learning Masa Pandemi. Pasuruan: Qiara Media.
Efendi, M. Y., Lutfi, I., Utami, I. W. P. & Jati, S. S. P. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran Sejarah Augmented Reality Card (ARC) berbasis pada Pokok Materi Peninggalan Kerajaan Singhasari untuk Peserta Didik Kelas X KPR 1 SMK Negeri 11 Malang. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 1(2), 176-187.
Fuad, A., Karim, H. & Palennari, M. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran E-Magazine sebagai Sumber Belajar Biologi Siswa Kelas XII. Jurnal Biology Teaching and Learning, 3(1), 38-45.
Harahap, O. D. B. (2021). Pengembangan Media Pembelajaran berbasis Macromedia Flash 8 dalam Upaya Meningkatkan Efektifitas Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 3(3), 955-961.
Jantari, K. H., Bain, B., & Romadi, R. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Handout Materi dalam Pembelajaran Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia di SMA Negeri 1 Bandar. Indonesian Journal of History Education, 7(1), 40-49.
Kiswinarso, H., & Hanif, M. (2016). Kebijakan Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam Pelestarian Situs Peninggalan Sejarah Tahun 2000-2015. Jurnal Agastya, 6(1).
Lestari, I. (2013). Pengembangan Bahan Ajar berbasis Kompetensi (Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Padang: Akademia Permata.
Maslahah, W., & Rofiah, L. (2019). Pengembangan Bahan Ajar (Modul) Sejarah Indonesia berbasis Candi-Candi di Blitar untuk Meningkatkan Kesadaran Sejarah. Jurnal Agastya, 9(1), 32-43.
Nafi’ah, U., Suprapta, B., Wijaya, D. N., & Wahyudi, D. Y. (2018). Pelatihan Penyusunan Media Pembelajaran Sejarah berbasis Mindmaple pada Materi Relief Candi Jago bagi Guru MGMP Sejarah SMA Se-Kabupaten Malang. Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial, 1(1), 63-72.
Nida, W., Serevina, V., & Raihanati, R. (2016). Pengembangan Majalah Elektronik berbasis Contextual Teaching and Learning pada Materi Pokok Suhu dan Kalor untuk Peserta Didik Kelas X. Prosiding SNIPS, Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Jakarta, 21-22 Juli.
Panggabean, F. T. M., & Purba, J. (2021). Pengembangan E-Modul Terintegrasi Media berbasis Adobe Flash CS6 untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Kimia Mahasiswa. Jurnal Inovasi Pembelajaran Kimia, 3(2), 116-122.
Prastowo, A. (2015). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Jogjakarta: DIVA Press.
Safitri, S., & Atmaja, H. T. (2019). Penggunaan Bahan Ajar Sejarah Peminatan dan Apresiasi Siswa SMA/MA Kabupaten Brebes. Indonesian Journal of History Education, 7(2), 185-195.
Sangian, N. I., Arie, S. M., Lumenta, L., & Jimmy, R. (2014). Rancang Bangun E-magazine Universitas Sam Ratulangi. E-journal Teknik Informatika, 4(1), 1-5.
Sayono, J. (2013). Pembelajaran Sejarah di Sekolah: dari Pragmatis ke Idealis. Jurnal Sejarah dan Budaya, 7(1), 9-17.
Sirnayatin. T. A. (2017). Membangun Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Sejarah. Jurnal Susunan Artikel Pendidikan, 1(3), 312-321.
Sugiyono, S. (2018). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Sulistiawan, E., Jayusman, J., & Suharso, R. (2019). Modul Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha sebagai Bahan Ajar Alternatif bagi Siswa SMA Kabupaten Semarang. Indonesian Journal of History Education, 7(1), 22-32.
Sulistyo, W. D., & Nafiáh, U. (2019). Analisis kebutuhan dan tantangan paradigma baru pembelajaran sejarah di era revolusi industri 4.0.
Sulistyo, W. D., Nafi’ah, U., & Idris, I. (2019). The Development of E-PAS Based on Massive Open Online Courses (MDOC) on Local History Materials. International Journal of Emerging Technologies, 14(9), 119-129.
Utomo, S. S. (2020). Berpikir Kritis dan Kreatif dalam Pembelajaran Sejarah. Kupang: Amerta Media.
Widiadi, A. N., Wahyudi, W., Ahmad, T. A., Aman, A., Maryuni, Y., Kumalasari, D., Rokhman, M. N., Wulandari, T., Supardi, S., & Zulkarnain, Z. (2013). Pendidikan Sejarah, Suatu Keharusan, Reformulasi Pendidikan Sejarah. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Wijoyo, H., Haryati, D., Indrawan, I., Mahdayeni, M., Marzuki, M., Rahmadhani, M. V., Desmaryani, S., Supriadi, Y. N., Sapiun, Z., & Amelya, D. (2021). Efektifitas Proses Pembelajaran di Masa Pandemi. Sumatra Barat: Insan Cendekia Mandiri.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
3.png)
1.png)
1.png)

