Solidaritas sosial dalam ritual adat siraman Sedudo di Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk
DOI:
https://doi.org/10.17977/um063v2i10p962-971Keywords:
solidaritas sosial, ritual adat, siraman SedudoAbstract
Siraman Sedudo is a tradition that is preserved by the people of Ngliman Village. This tradition is closely related to the belief in supernatural powers and is believed to have properties, such as curing several diseases, making youth, longevity, and facilitating mate and offspring affairs which are carried out by bathing directly in the Sedudo waterfall. In addition, this tradition also represents social values in society. This study aims to analyze the practice of social solidarity in the implementation of the Siraman ritual which is held once a year. Using Emile Durkheim's theory of social solidarity, this article describes the traditional siraman ritual process, and analyzes the forms of social solidarity of the Siraman Sedudo Traditional Ritual. This study examines these social phenomena using descriptive qualitative research methods with data collection techniques of observation, interviews, and documentation studies. The results of this study indicate that this tradition is considered a sacred ritual and has an important position for the community so that it is still preserved today. In addition, the community has social values which are indicated by the attitude of mutual cooperation, high solidarity and the nature of the community in preparing the Siraman Sedudo Traditional Ritual procession.
Siraman Sedudo adalah tradisi yang dilestarikan oleh masyarakat Desa Ngliman. Tradisi ini lekat dengan kepercayaan terhadap kekuatan gaib dan diyakini memiliki khasiat, seperti menyembuhkan beberapa penyakit, menjadikan awet muda, panjang umur, dan memperlancar urusan jodoh dan keturunan yang dilakukan dengan mandi langsung di air terjun Sedudo. Selain dinilai sakral, tradisi ini juga merepresentasikan nilai-nilai sosial di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik solidaritas sosial dalam pelaksanaan ritual Siraman yang dilaksanakan setahun sekali. Dengan menggunakan teori solidaritas sosial Emile Durkheim, artikel ini mendeskripsikan proses ritual adat siraman, dan menganalisis bentuk-bentuk solidaritas sosial Ritual adat siraman Sedudo. Penelitian ini mengkaji fenomena sosial tersebut dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi ini dianggap sebagai ritual sakral dan memiliki kedudukan penting bagi masyarakat sehingga masih dilestarikan hingga saat ini. selain itu, masyarakat memiliki nilai-nilai kolektif yang ditunjukkan dengan sikap gotong royong, kesetiakawanan yang tinggi dan sifat gotong royong dalam mempersiapkan prosesi Ritual adat siraman Sedudo.
References
Anggraini, A. D. F. (2022). Sakralitas Ritual Upacara Siraman Sedudo (Studi di Desa Ngliman Sawahan Kabupaten Nganjuk). Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,Universitas Muhammadiyah Malang.
Arif, A. M. (2020). Perspektif Teori Sosial Emile Durkheim dalam Sosiologi Pendidikan. Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial, 1(2), 1-14.
Eva, M. (2021). Makna Simbolik dan Fungsi Tarian Mpa'a Manca (Studi Di Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima). Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram.
Falah, M. F. (2021). Tradisi Siraman Sedudo Di Desa Ngliman Kabupaten Nganjuk Ditinjau Dari Teori Kebudayaan Ca Van Peursen. Skripsi, Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada.
Gunawan, I. (2013). Metode penelitian kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara.
Kusuma, S. N., Susilowati, U., & Widodo, H. W. (2018). Makna dan Keterkaitan Antarmantra dalam Upacara Siraman Air Sedudo Mayarakat Nganjuk (The meaning and Interrelationship Mantra Siraman Air Sedudo in the Society of Nganjuk). Jalabahasa, 14(1), 111-122.
Lesing, Y. (2019). Solidaritas Sosial Masyarakat dalam Tradisi “Wero Mata”(Upacara Kematian) Di Desa Wae Codi Kecamatan Cibal Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur (Ntt). Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 4(2), 30-36.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode metode Baru. T. R. Rohidi. Jakarta: UI-Press.
Onwuegbuzie, A. J., & Weinbaum, R. K. (2016). Mapping Miles and Huberman's Within-Case and Cross-Case Analysis Methods onto the Literature Review Process. Journal of Educational Issues, 2(1), 265-288.
Pangestu, N. R. (2021). Makna Ritual Siraman Air Sedudo Pada Masyarakat Desa. Paradigma, 10(1).
Rahayuningsih, T. (2021). Makna Simbol Budaya Tradisi Siraman Air Terjun Sedudo Di Desa Ngliman Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk. Skirpsi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Ramadhani, N. A. (2020). Solidaritas Suku Padoe Luwu Timur pada Upacara Adat Perkawinan. academia.edu.
Razak, Z. (2017). Perkembangan Teori Sosial (Menyongsong Era Postmoderinisme). Makassar: Penerbit CV Sah Media.
Sasmita, W. (2018). Tradisi Upacara Ritual Siraman Sedudo Sebagai Wujud Pelestarian Nilai-Nilai Sosial. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 3(2), 207-214.
Slamet, H. (2021). Implementasi Solidaritas Sosial Pedagang Kaki Lima Dalam Mempertahankan Eksistensi Ekonomi Pedagang (Studi Kasus PKL Jln. Kampus Grendeng Purwokerto Utara). Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Purwokerto.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
3.png)
1.png)
1.png)

