Makna simbolik Tradisi Dawuhan Dusun Ngiliran Desa Ngiliran Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan

Authors

  • Aprillia Setianingsih Universitas Negeri Malang
  • Deny Wahyu Apriadi Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um063v1i4p408-418

Keywords:

tradisi, makna simbolik

Abstract

Suatu tindakan manusia yang dilakukan secara turun temurun yang berasal dari setiap aspek kehidupan manusia serta merupakan suatu usaha untuk meringankan kehidupan manusia bisa dikatakan sebagai "tradisi ". Hal ini berarti bahwa tradisi juga merupakan bagian dari kebudayaan. Tradisi Dawuhan adalah salah satu tradisi bersih desa yang wajib dilaksanakan setahun sekali di bulan Desember sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Teori dalam penelitian ini yaitu Teori Interaksionisme Simbolik. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun hasil dari penelitian adalah Mind (pemikiran) pemikiran yang bertujuan sebagai sarana komunikasi yang dilakukan kepada Sang Maha Kuasa. Self (diri) masyarakat dapat mengaplikasikan makna simbolik yang terdapat dalam Tradisi Dawuhan dan masyarakat dapat mempercayai terkait makna simbolik yang terdapat dalam tradisi tersebut. Society (masyarakat) masyarakat bersama-sama membentuk suatu konstruksi untuk membangun suatu makna simbolik dalam ritual.

References

Ardianto, E., & Q-Anees, B. (2011). Filsafat Ilmu Komunikasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Effendy, O. U. (1989). Kamus Komunikasi. Bandung: Mandar Maju.

Khamidah, K. (2019). Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Bersih Desa di Purbosari Kecamatan Seluma Barat Kabupaten Seluma (Doctoral dissertation, IAIN BENGKULU).

Kirk, J., Miller, M. L., & Miller, M. L. (1986). Reliability and validity in qualitative research (Vol. 1). Beverly Hills, CA: Sage Production.

Koentjaraningrat, R. M. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta

Lamazi, L. (2005). Tradisi Tambe Kampung Dalam Masyarakat Islam di Desa Tempapun Kuala Kecamatan Gading Kabupaten Sambas (Skripsi, Jurusan Dakwah STAIN Pontianak).

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Qualitative data analysis. Sage.

Neuman, W. L. (2000). Social Research Method: Qualitative and Quantitative Approaches, 4th Edition. Boston: Allyn & Bacon.

Ningrum, S. U., & Muthali’in, A. (2018). Implementasi Nilai Persatuan dalam Pancasila pada Tradisi Bersih Desa (Punden) Studi Kasus di Desa Tambakboyo Kabupaten Sukoharjo Kecamatan Tawangsari (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Rizkiawan, I. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat tentang makna sesajen pada upacara bersih desa. Jurnal Tata Boga, 6(2).

Sedyawati, E. (ed.), (1991). Seni dalam Masyarakat Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia.

Downloads

Published

2021-06-01

Issue

Section

Articles