Identifikasi faktor penyebab dan upaya guru Geografi mengatasi rendahnya minat siswa pada kelas lintas minat Geografi SMA negeri di Kota Malang

Authors

  • Reinaldi Hasiholan Butarbutar Universitas Negeri Malang
  • Hadi Soekamto Universitas Negeri Malang
  • Marhadi Slamet Kistiyanto Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um063v1i3p311-316

Keywords:

penyebab, rendahnya minat siswa, kelas lintas minat

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab dan upaya guru geografi mengatasi rendahnya minat siswa pada kelas lintas minat geografi SMA Negeri di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan angket dan pedoman wawancara sebagai instrumen penelitian. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 3437 siswa dan 18 guru geografi. Penentuan jumlah sampel untuk angket menggunakan teknik Slovin. Hasil pengumpulan pertama berupa angket yang menunjukkan bahwa (1) Faktor rasa senang (63,7 persen) (2) Faktor bakat (64,3) (3) Faktor mata pelajaran (83 persen). Hasil pengumpulan kedua berupa pedoman wawancara yang menunjukan bahwa terdapat empat upaya guru geografi mengatasi rendahnya minat siswa pada kelas lintas minat geografi. Keempat upaya tersebut yaitu: 1) Memiliki kedekatan dengan seluruh siswa (16,6) 2) Mengadakan fieldtrip (11,1) 3) Pembelajaran di Luar Ruangan (11,1) 4) Penerapan Sistem Paket Lintas Minat (11,1).

References

Akbar, S. D. (2013). Instrumen perangkat pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Bashori, B. (2016). Manajemen Perubahan Kurikulum KTSP 2006 Ke-Kurikulum 2013 Di SMA Negeri 1 Kediri. Jurnal Penelitian LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) IKIP PGRI Madiun, 4(2), 94-106.

Darmawan, T. (2007). Minat dan Bakat Anak. Jakarta: Gramedia

Data Pokok Pendidikan. (2017). Data Pokok Pendidikan Kota Malang. Malang: Dinas Pendidikan Kota Malang.

Kande, F. A. (2008). Membedah Kekuatan dan Kelemahan KTSP (Antara Globalisasi Lokal dan Ancaman Disintegrasi Bangsa). Jurnal Manajemen Pendidikan UNY, 4(2): 79-89.

Killis, J. (1988). Hubungan minat kerja, motivasi ekstrinsik dan bimbingan dalam pelajaran dengan kecakapan kerja teknik listrik lulusan STM pada industri-industri DIY. Jakarta: Fakultas Pasca Sarjana IKIP.

Lutfiyah, Z., Utaya, S., & Susilo, S. (2016). Hubungan antara Minat Menjadi Guru dengan Prestasi Belajar Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi, 21(2).

Machali, I. (2014). Kebijakan perubahan kurikulum 2013 dalam menyongsong Indonesia emas tahun 2045. Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 71-94.

Meyzilia, A., Darsiharjo, D., & Ruhimat, M. (2019). Minat belajar geografi siswa SMA Negeri Se-Kabupaten Bangka. Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi, 24(1), 25-33.

Muhibbin, S. (2010). Psikologi Pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2013). Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2014). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Pendidikan, P. M., & Nomor, K. (64). (2014). Tentang Peminatan Pada Pendidikan Menengah. Jakarta: Depdiknas.

Indonesia, P. R. (2013). Peraturan Menteri Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan. Madrasah Aliyah Kejuruan.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum.

Prastowo, A. (2014). Paradigma baru madrasah dalam implementasi kebijakan kurikulum 2013. Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 95-113.

Putri, D. T. N., & Isnani, G. (2015). Pengaruh minat dan motivasi terhadap hasil belajar pada mata pelajaran pengantar administrasi perkantoran. JPBM (Jurnal Pendidikan Bisnis dan Manajemen), 1(2), 118-124.

Downloads

Published

2021-03-31

Issue

Section

Articles