Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP) http://journal3.um.ac.id/index.php/mipa <table border="0" width="100%" cellspacing="10" cellpadding="4"> <tbody> <tr> <td valign="top" width="20%"> <p><a title="to learn more about our journal" href="http://journal3.um.ac.id/index.php/mipa"><img src="http://journal3.um.ac.id/public/site/images/budiarto/11c6cf6a9ef443e7d0b1707fae904dd6.png" alt="" width="150%" /></a></p> </td> <td valign="top" width="100%"> <table class="data" width="100%"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Journal title</strong></td> <td width="40"><strong>: Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP)<br /></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Initials</strong></td> <td width="40"><strong>:</strong> JMIPAP</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Editor in Chief<br /></strong></td> <td width="40"><strong>: <a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=8iPu8GIAAAAJ&amp;hl=id&amp;oi=ao" target="_blank" rel="noopener">Ratna Juwita</a>, Universitas Negeri Malang, Indonesia</strong><strong><br /></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Frequency</strong></td> <td width="40">: 12 Issues every year</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>ISSN (online)<br /></strong></td> <td width="40">: <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20210624280751454" target="_blank" rel="noopener">2798-0634 </a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Publisher</strong></td> <td width="40"><strong>:</strong> Universitas Negeri Malang</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="20%"><strong>Journal Summary</strong></td> <td width="40"><strong>:</strong> Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP), menerbitkan naskah terkait pendidikan mencakup pembelajaran matematika, ilmu pengetahuan alam</td> </tr> </tbody> </table> </td> </tr> </tbody> </table> Universitas Negeri Malang en-US Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP) 2798-0634 Media Pembelajaran Berbasis Android Pokok Bahasan Elastisitas untuk Siswa SMA http://journal3.um.ac.id/index.php/mipa/article/view/2346 <p>Android-based learning media is learning that utilizes technology, by using Android-based learning media students can continue to learn anywhere and anytime. This learning media contains materials, videos, animations, and experimental simulations. The purpose of this study was to develop an android-based elasticity learning media for high school students. The research method used is Research and Development (R and D) with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluations). The subjects of this study were 35 students of class XI SMA in Surabaya. The instruments used in this study were expert validation sheets, pretest and posttest test sheets, and student response sheets. Analysis of student and expert response data using the average value between the number of scores obtained compared to the number of questions. The results of the validation of the Android-based elasticity learning media by media experts obtained an average score of 3.52 with a very good category. The student's response got a score of 3.41 with a very good category. Student learning outcomes obtained an N-gain score of 0.71 in the high category. Android-based learning media, the subject of elasticity can help students learn well and can improve student learning outcomes.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Media pembelajaran berbasis android merupakan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi, dengan menggunakan media pembelajaran berbasis android siswa dapat terus belajar dimana saja dan kapan saja. Media pembelajaran ini berisi materi, video, animasi, serta simulasi eksperimen. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran elastisitas berbasis android untuk siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>Research and Development (R and D)</em> dengan model ADDIE <em>(Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluations). </em>Subjek penelitian ini adalah 35 siswa kelas XI SMA di Surabaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar validasi ahli, lembar tes pretest dan posttest, serta lembar respon siswa. Analisis data respon siswa dan ahli menggunakan nilai rata-rata antara jumlah skor yang diperoleh dibandingkan dengan jumlah pertanyaan. Hasil validasi media pembelajaran elastisitas berbasis android oleh ahli media memperoleh skor rata-rata 3,52 dengan kategori sangat baik. Respon siswa memperoleh skor 3,41 dengan kategori sangat baik. Hasil belajar siswa memperoleh skor N-gain sebesar 0,71 dengan kategori tinggi. Media pembelajaran berbasis android pokok bahasan elastisitas dapat membantu siswa dalam belajar dengan baik dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.</p> Maria Claudia Sodakain Sentot Kusairi Copyright (c) 2022 2022-04-25 2022-04-25 2 4 232 240 Tinjaun Geofisika Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia (Aplikasi Kartografi Modern dan Geokomputasi Sederhana) http://journal3.um.ac.id/index.php/mipa/article/view/2348 <p>This paper presents an analysis and summary of geophysical conditions including topography, volcanism, and earthquake activity in Malang Regency and its surroundings. The geological and geophysical conditions of this area are very complex due to geological processes from millions of years ago to the present. The purpose of this paper is to visualize geoinformation data using modern cartographic techniques and simple computational methods. The unique feature of this paper is the high resolution data visualization with Generic Mapping Tools (GMT). Includes grid/raster data in NetCDF and GRD: ETOPO1 formats, SRTM2 grav satellite gravity data. The volcano catalog uses the Global Volcanism Program online database. The BMKG earthquake database is used to generate data on earthquake activity in the study area. Earthquake catalog includes earthquake distribution/position, magnitude, and depth of the hypocenter. This study demonstrates that GMT is effective for high-quality map presentation and geoinformation processing. The presented paper will contribute to the regional study of Java's subduction zones and volcanism and provide data and base maps for further research.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Makalah ini menyajikan analisis dan ringkasan kondisi geofisika meliputi topografi, vulkanisme, dan aktivitas gempa di Kabupaten Malang dan sekitarnya. Kondisi geologi dan geofisika area ini sangat kompleks akibat proses geologi sejak jutaan tahun yang lalu hingga saat ini. Tujuan dari makalah ini yaitu memvisualisasikan data geoinformasi menggunakan teknik kartografi modern dan metode komputasi sederhana. Fitur unik dari makalah ini adalah visualisasi data resolusi tinggi dengan <em>Generic Mapping Tools</em> (GMT). Termasuk data <em>grid</em>/<em>raster</em> dalam format NetCDF dan GRD: ETOPO1, data <em>gravity satelit</em> SRTM grav. Katalog gunungapi menggunakan database <em>online</em> Program Vulkanisme Global. Database gempabumi BMKG digunakan untuk menghasilkan data aktivitas gempa di daerah penelitian. Katalog gempa meliputi sebaran/posisi gempa, magnitudo, dan kedalaman hiposenter. Studi ini menunjukkan GMT yang efektif untuk penyajian peta berkualitas tinggi dan pemrosesan geoinformasi. Makalah yang disajikan ini akan berkontribusi pada studi regional zona subduksi dan vulkanisme Jawa serta menyediakan data dan peta dasar untuk penelitian lanjutan.</p> Bambang Sugiarto Copyright (c) 2022 2022-04-25 2022-04-25 2 4 241 247 Keterampilan Proses Sains pada Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang pada Materi Kalor http://journal3.um.ac.id/index.php/mipa/article/view/2349 <p>Physics is considered difficult if it does not pay attention to its essence as a product and process. In learning physics to develop students' skills, one of them is using science process skills. The ability of science process skills must be possessed by prospective scientists because it is a basic ability related to intellectual, manual and social. Science process skills are generally found in practical activities, or can be observed through observation, but in this study only measurements were made using a steady assessment instrument in the form of a description test. This study aims to measure the ability of students' science process skills. The method used in this research is a descriptive method. The instrument used is limited to the heat material. The instrument used was 11 questions in the form of a description test given to 20 students of Physics Education, State University of Malang. The description test questions tested have met the validity, reliability, level of difficulty and discriminating power. Aspects of science process skills used are asking questions, hypothesizing, planning experiments, interpreting, and communicating. The research results obtained from the analysis of the answers to the science process skills test, the average value of all research subjects was 58.4. The highest aspect of science process skills is designing experiments with an average percentage of 91.25 percent and the lowest is communicating with an average percentage of 27 percent.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Ilmu Fisika dianggap susah jika tidak memperhatikan hakikatnya sebagai produk dan proses. Dalam pembelajaran fisika untuk mengembangkan keterampilan peserta didik salah satunya menggunakan keterampilan proses sains. Kemampuan keterampilan proses sains harus dimiliki para calon ilmuwan karena merupakan kemampuan dasar yang berkaitan dengan intelektual, manual dan sosial. Keterampilan proses sains umumnya ditemukan dalam kegiatan praktikum, atau dapat diamati melalui observasi, namun dalam penelitian ini hanya dilakukan pengukuran menggunakan instrumen penilaian yang ajeg berupa tes uraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan keterampilan proses sains mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Instrumen yang digunakan dibatasi pada materi kalor. Instrumen yang digunakan sebanyak 11 butir soal berupa tes uraian yang diberikan pada 20 mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Soal tes uraian yang diujikan sudah memenuhi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda. Aspek keterampilan proses sains yang digunakan yaitu mengajukan pertanyaan, berhipotesis, merencanakan percobaan, menafsirkan, dan berkomunikasi. Didapatkan hasil penelitian dari analisis jawaban tes keterampilan proses sains rata-rata nilai semua mahasiswa subjek penelitian sebesar 58,4. Adapun aspek keterampilan proses sains tertinggi adalah merancang percobaan dengan persentase rata-rata 91,25 persen dan yang terendah adalah berkomunikasi dengan persentase rata-rata 27 persen.</p> Mukhammad Ibnu Adam Silvia Putri Ariana Bakhrul Rizky Kurniawan Copyright (c) 2022 2022-04-25 2022-04-25 2 4 248 256 Analisis Pemahaman Konsep Mahasiswa Fisika pada Materi Momentum dan Impuls Menggunakan Aplikasi Socrative http://journal3.um.ac.id/index.php/mipa/article/view/2350 <p>The ability to understand concepts is fundamental. A good understanding of the concept will improve students' ability to solve and conclude a physics problem. One way that can be done to determine the understanding of the concepts that students have is by conducting an analytical test which aims to test the level of student understanding. During the COVID-19 pandemic, the use of conventional analytical tests could not be carried out effectively, so socrative media could be a solution as a medium for data collection and analysis. This study aims to analyze and find out the understanding of physics concepts at the student level, especially on momentum and impulse material which is carried out through socrative applications. The method used in this research is descriptive quantitative. Based on the results of the concept understanding research conducted on 31 prospective physics teacher students, the overall percentage of understanding the concepts of momentum and impulse was 42 percent and included in the medium category. The lowest understanding is known in the impulse submaterial, while the highest understanding is known in the perfectly elastic collision submaterial.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kemampuan pemahaman konsep merupakan hal yang fundamental. Pemahaman konsep yang baik, akan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan dan menyimpulkan suatu permasalahan fisika. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui pemahaman konsep yang dimiliki mahasiswa, yaitu dengan melakukan tes analisis yang bertujuan untuk menguji tingkat pemahaman mahasiswa. Pada masa pandemi COVID-19 penggunaan tes analisis secara konvensional tidak dapat dilakukan secara efektif,&nbsp; sehingga media socrative dapat menjadi solusi sebagai media pengumpulan data dan analisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pemahaman konsep fisika tingkat mahasiswa khususnya pada materi momentum dan impuls yang dilakukan melalui aplikasi socrative. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian pemahaman konsep yang dilaksanakan pada 31 mahasiswa calon guru fisika diperoleh hasil persentase secara keseluruhan terhadap pemahaman konsep momentum dan impuls sebesar 42 persen dan termasuk pada kategori sedang. Pemahaman terendah diketahui pada submateri impuls, sedangkan pemahaman tertinggi diketahui pada submateri tumbukan lenting sempurna.</p> Rega Dwi Anjarsari Yusnia Tri Siwi Utami Bakhrul Rizky Kurniawan Copyright (c) 2022 2022-04-25 2022-04-25 2 4 257 266 Analisis Kemampuan Berargumentasi Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang pada Topik Suhu dan Kalor http://journal3.um.ac.id/index.php/mipa/article/view/2364 <p>The ability to argue is very important because argumentation is a thought process used to develop and present arguments. By arguing students can reason scientifically to produce a mature conceptual understanding. It is closely related to critical thinking and reasoning complex problems in physics that require careful and balanced consideration to be solved. This study aims to analyze the argumentation ability of physics education students at the State University of Malang on the topic of temperature and heat. The type of research method used is a qualitative method. The test instrument is in the form of 5 descriptions of the indicators of the ability to argue which includes four stages including claim, evidence, reasoning, and backing. The results showed that the students' ability to argue on the material of temperature and heat was included in the medium category. Of the four indicators tested, only two were well achieved by students, namely the first and second indicators. The first indicator is to make a statement according to the problem (claim) and the second indicator is to contain supporting scientific data (evidence).</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kemampuan berargumen sangat penting karena argumentasi merupakan proses berpikir yang digunakan untuk mengembangkan dan menyajikan argumen. Dengan berargumentasi siswa dapat bernalar ilmiah untuk menghasilkan pemahaman konseptual yang matang. Hal ini erat kaitannya dengan berpikir kritis dan bernalar mengenai masalah kompleks dalam fisika yang membutuhkan pertimbangan yang cermat dan seimbang untuk diselesaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berargumentasi mahasiswa pendidikan fisika Universitas Negeri Malang pada topik suhu dan kalor. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Instrumen tes berupa 5 soal uraian dengan indikator kemampuan berargumentasi yang meliputi empat tahapan diantaranya berupa <em>claim, evidence, reasoning, </em>dan <em>backing</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berargumen mahasiswa pada materi suhu dan kalor termasuk dalam kategori sedang. Dari empat indikator yang diujikan, hanya dua yang dapat dicapai dengan baik oleh mahasiswa, yaitu indikator pertama dan kedua. Indikator pertama yakni membuat pernyataan sesuai permasalahan (<em>claim</em>) dan indikator kedua yakni menuliskan data ilmiah yang mendukung (<em>evidence</em>).</p> Meliska Suelsy Delilah Nur Masyaroh Muhammad Reyza Arief Taqwa Copyright (c) 2022 2022-04-26 2022-04-26 2 4 267 275 Prototype Kursi Roda Cerdas Berbasis Raspberry Pi dan Sistem Kendali Android, Speech Recognition, Touch, dan Gesture Control http://journal3.um.ac.id/index.php/mipa/article/view/2365 <p>A wheelchair is a mobility aid for patients who have difficulty walking on their feet due to illness, disability, injury, or accident. Generally, this wheelchair is driven by being supported by another person or moving the wheel by hand and can even be moved with a joystick. Various methods have been introduced for the development of smart wheelchairs for people with reduced mobility. Innovation development is provided to provide insight into the importance of designing computer-controlled technologies that can assist users and reduce workloads and increase security. Therefore, the author designed an intelligent wheelchair based on a raspberry pi and android multi controller, speech recognition, touch, and gesture control as a control system. This is a use of technology that can make it easier for users to use a wheelchair.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kursi roda merupakan sebuah alat bantu gerak bagi pasien dengan kesulitan berjalan menggunakan kaki dikarenakan penyakit, cacat, cidera, atau kecelakaan. Umumnya kursi roda ini digerakkan dengan didorong oleh orang lain atau menggerakan roda dengan tangan bahkan digerakkan dengan <em>joystick</em>. Berbagai macam metode telah diperkenalkan untuk pengembangan kursi roda pintar bagi penyandang keterbatasan mobilitas. Pengembangan inovasi diberikan untuk memberikan wawasan tentang pentingnya merancang teknologi yang dikendalikan komputer yang dapat membantu pengguna dan mengurangi beban kerja serta meningkatkan keamanan. Oleh sebab itu, penulis merancang kursi roda cerdas yang berbasis <em>multi controller</em> <em>raspberry pi</em> dan <em>android, speech recognition, touch</em>, dan <em>gesture control</em> sebagai <em>sistem</em> kendali. Hal ini merupakan suatu bentuk pemanfaatan teknologi yang dapat mempermudah pengguna dalam menggunakan kursi roda.</p> Bertha Anggita Purwadani Fauzan Ibnu Sofyan Fiona Putri Parama Mallisa Octavia Ghaisyani Nugroho Adi Pramono Copyright (c) 2022 2022-04-26 2022-04-26 2 4 276 281 Analisis Kebutuhan Pengembangan Program Resitasi pada Materi Hukum Newton tentang Gerak http://journal3.um.ac.id/index.php/mipa/article/view/2366 <p>This study aims to analyze a student's need for a recitation program as a computer-based interactive media on Newton's law material. The research method used is descriptive-qualitative, by using the research subjects are Physics students at the State University of Malang who have taken the Basic Physics 1 course. The data collection technique used in this research is to use a survey by distributing questionnaires about the lecture process that has been experienced. The results showed that students' understanding of concepts was still low on Newton's law material. There are several factors that cause this to happen, namely 1) limited time allocation in lectures; 2) lack of giving feedback when learning; 3) lectures that only refer to textbooks and explanations given by lecturers; and 4) lack of practice questions. Based on these problems, it can be concluded that it is necessary to develop a recitation program as an interactive learning medium to assist students in understanding concepts correctly. The recitation program contains questions accompanied by feedback on each answer option presented.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis suatu kebutuhan mahasiswa terhadap program resitasi sebagai media interaktif berbasis komputer pada materi hukum Newton. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif, dengan menggunakan subjek penelitiannya adalah mahasiswa Fisika Universitas Negeri Malang yang telah menempuh mata kuliah Fisika Dasar 1. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan survei dengan penyebaran angket mengenai proses perkuliahan yang telah dialami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep mahasiswa masih rendah pada materi hukum Newton. Adapun beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah 1) keterbatasan alokasi waktu dalam perkuliahan; 2) kurangnya pemberian <em>feedback </em>ketika pembelajaran; 3) perkuliahan yang hanya mengacu pada buku teks dan penjelasan yang diberikan oleh dosen; dan 4) kurangnya latihan soal. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perlu adanya pengembangan program resitasi sebagai media pembelajaran interaktif untuk membantu mahasiswa dalam memahami konsep dengan benar. Program resitasi berisi soal yang disertai <em>feedback</em> pada setiap opsi jawaban yang disajikan.</p> Rahma Auna Hidayati Muhammad Reyza Arif Taqwa Copyright (c) 2022 2022-04-26 2022-04-26 2 4 282 290 Identifikasi Lapisan Hidrotermal dengan Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner (Studi Kasus Wilayah Panas Bumi Cangar) http://journal3.um.ac.id/index.php/mipa/article/view/2367 <p>This study was used to determine the depth of the hydrothermal layer and to determine the lithology of the hydrothermal layer in the Cangar geothermal area by looking at the resistivity of the rocks and minerals obtained. This research was carried out in several stages, 1) surveying the research site which was used to determine the condition of the location along with the topography of the research location and determine the trajectory of data collection. 2) data acquisition by measuring the resistivity of rocks and minerals based on the trajectory that has been made using the Geoelectric Resistivity Meter Mc-Ohm-EL. Data collection was carried out on five tracks with a length of 200 meters each on the first and second tracks, 170 meters on the third track, and 150 meters on the fourth and fifth tracks with the distance between points on one track being 10 meters. The results showed that hydrothermal was found at two coordinates, namely 7o44'29.95''S - 112o32'01.82''T which has a depth of 23 meters with a resistivity value &gt; 10 m, located on a track length of 59 meters – 70 meters (west of the tourist attraction). Cangar hot springs) and 7o44'30.80''S - 112o32'00.42''T which has a depth of 18 meters with a resistivity value of &gt; 10 m, which is located on a track length of 73 meters – 110 meters (south of the Cangar hot springs tourism object). ). The lithology of this hydrothermal layer is dominated by basalt, andesite, lava rock and volcanic tuff.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Penelitian ini digunakan untuk mengetahui kedalaman lapisan hidrotermal dan mengetahui litologi lapisan hidrotermal yang berada di wilayah panas bumi Cangar dengan melihat resistivitas batuan dan mineral yang didapat. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap, 1) melakukan survei lokasi penelitian yang digunakan untuk mengetahui keadaan lokasi beserta topografi lokasi penelitian dan menentukan lintasan pengambilan data. 2) akuisisi data yaitu mengukur resistivitas batuan dan mineral berdasarkan lintasan yang telah dibuat dengan menggunakan Geolistrik Resistivity Meter Mc-Ohm-EL. Pengambilan data dilakukan sebanyak lima lintasan dengan panjang masing-masing lintasan 200 meter pada lintasan pertama dan kedua, 170 meter lintasan ketiga, dan 150 meter pada lintasan keempat kelima dengan jarak antar titik pada satu lintasan adalah 10 meter. Hasil penelitian menunjukan bahwa hidrotermal ditemukan pada dua koordinat yakni 7o44’29.95’’S - 112o32’01.82’’T yang memiliki kedalaman 23 meter dengan nilai resistivitas &gt; 10 Ωm, letak di panjang lintasan 59 meter – 70 meter (sebelah barat dari obyek wisata pemandian air panas Cangar) dan 7o44’30.80’’S - 112o32’00.42’’T yang memiliki kedalaman 18 meter dengan nilai resistivitas &gt; 10 Ωm yang terletak di panjang lintasan 73 meter – 110 meter (sebelah selatan dari obyek wisata pemandian air panas Cangar). Litologi lapisan hidrothermal ini didominasi oleh batuan basalt, andesit, batuan lava dan tufa vulkanik.</p> Anis Aprilia Safitri Elvira Fresa Andaresta Daeng Achmad Suaidi Copyright (c) 2022 2022-04-26 2022-04-26 2 4 291 299 Inovasi Ekstrak Pepaya sebagai Enzim Papain http://journal3.um.ac.id/index.php/mipa/article/view/2594 <p>Papain enzyme is a proteolytic enzyme extracted from papaya fruit. This enzyme is a biocatalyst that helps break down proteins into protein fragments, namely peptides and amino acids. Papain enzyme is used as a meat tenderizing medium with the aim of increasing the level of tenderness of the meat. In this study, two methods were used in the manufacture of enzyme extracts, namely dry and wet methods. In the dry method, papain extract is obtained by tapping papaya latex followed by a drying process to produce papain powder, while in the wet method, papaya extract is obtained by mashing papaya fruit with activating liquid to produce an enzyme extract in liquid form. The manufacture of papain enzyme extract in liquid form used a 1:4 ratio, namely mixing 1 kg of fine papaya fruit with 4 liters of activating liquid consisting of 1 liter of distilled water and 5 grams of NaCl. The papain enzyme from papaya fruit is able to influence the texture, tenderness, and cooking loss of meat.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Enzim papain merupakan enzim proteolitik yang di ekstrak dari buah pepaya. Enzim ini merupakan biokatalisator yang membantu memecah protein menjadi fragmen protein yaitu peptida dan asam amino. Enzim papain digunakan sebagai media pengempuk daging dengan tujuan menambah tingkat keempukan daging. Pada penelitian ini digunakan dua metode dalam pembuatan ekstrak enzim yaitu metode kering dan basah. Pada metode kering ektrak papain diperoleh dengan cara penyadapan getah pepaya dilanjutkan dengan proses pengeringan sehingga dihasilkan serbuk papain, sedangkan pada metode basah ektrak pepaya diperoleh dengan cara menghaluskan buah papaya dengan cairan pengaktif sehingga dihasilkan ektrak enzim dalam bentuk cair. Pembuatan ekstrak enzim papain dalam bentuk cair digunakan perbandingan 1:4 yaitu mencampurkan 1 kg buah pepaya halus dengan 4 liter cairan pengaktif yang terdiri dari 1 liter aquadest dan 5 gram NaCl. Enzim papain dari buah papaya ini mampu memberikan pengaruh dalam tekstur, keempukan, dan susut masak pada daging.</p> Ratna Juwita Estuning Tyas Devinda Anggita Putri Sejati Anita Valerie Stephani Simanjuntak Copyright (c) 2022 2022-04-26 2022-04-26 2 4 300 306