Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP) http://journal3.um.ac.id/index.php/mipa <table border="0" width="100%" cellspacing="10" cellpadding="4"> <tbody> <tr> <td valign="top" width="20%"> <p><a title="to learn more about our journal" href="http://journal3.um.ac.id/index.php/mipa"><img src="http://journal3.um.ac.id/public/site/images/budiarto/11c6cf6a9ef443e7d0b1707fae904dd6.png" alt="" width="150%" /></a></p> </td> <td valign="top" width="100%"> <table class="data" width="100%"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Journal title</strong></td> <td width="40"><strong>: Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP)<br /></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Initials</strong></td> <td width="40"><strong>:</strong> JMIPAP</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Editor in Chief<br /></strong></td> <td width="40"><strong>: <a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=8iPu8GIAAAAJ&amp;hl=id&amp;oi=ao" target="_blank" rel="noopener">Ratna Juwita</a>, Universitas Negeri Malang, Indonesia</strong><strong><br /></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Frequency</strong></td> <td width="40">: 12 Issues every year</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>ISSN (online)<br /></strong></td> <td width="40">: <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20210624280751454" target="_blank" rel="noopener">2798-0634 </a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Publisher</strong></td> <td width="40"><strong>:</strong> Universitas Negeri Malang</td> </tr> <tr> <td valign="top" width="20%"><strong>Journal Summary</strong></td> <td width="40"> <p><strong>:</strong> Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP), menerbitkan naskah terkait pendidikan mencakup pembelajaran matematika, ilmu pengetahuan alam</p> <p> </p> <p>bagi mahasiswa <strong>FMIPA UM</strong>, untuk penerbitan artikel di jurnal <strong>JMIPAP</strong>, bisa dilakukan dengan, mengirimkan naskah melalui email : <strong>jmipap.journal@um.ac.id<br /></strong></p> <p>submit dan publish, tidak dikenakan biaya apapun (gratis), mohon sudah dicek turnitin di bawah 20%</p> </td> </tr> </tbody> </table> </td> </tr> </tbody> </table> Universitas Negeri Malang en-US Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP) 2798-0634 Desain primer untuk identifikasi daging katak menggunakan teknik pentaplex PCR http://journal3.um.ac.id/index.php/mipa/article/view/2650 <p>Frog is non-halal food source that is vulnerable to be used as halal food replacement or food adulteration. Therefore, this study’s purpose was to design the primer for identifying the presence of frog meat in food product using pentaplex PCR technique. The primers were designed based on the sequence of cytochrome b gene from frog (<em>Rana temporaria</em>) stored in gene bank NCBI. PrimerBlast was used as the <em>in sillico </em>tool for primer designing using some parameters such as aplicons length and Tm value of the primer. Ten primer pairs were produced as candidates to be used in the PCR analysis, but the chosen five pairs, namely primer 1, 2, 4, 7, and 10, were based on the amplification region from each primer pair. The region from those 5 primers were expected to boost the sensitivity of pentaplex PCR as the development method for halal food assurance.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Katak merupakan salah satu bahan pangan non-halal yang rentan digunakan untuk pemalsuan atau campuran bahan pangan. Maka dari itu, ujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain primer yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan daging katak dalam produk olahan pangan menggunakan teknik pentaplex PCR. Primer didesain berdasarkan urutan gen sitokrom b dari katak (<em>Rana temporaria</em>) yang dapat diakses pada gen bank NCBI. Desain primer tersbeut dilakukan secara <em>in sillico </em>menggunakan PrimerBlast dengan beberapa parameter seperti panjang amplikon dan nilai Tm dari primer. Dari 10 kandidat primer yang diperoleh, dipilih 5 primer yang akan digunakan sebagai primer untuk pentaplex PCR yakni pasangan primer nomor 1, 2, 4, 7, dan 10 yang didasari pada daerah amplifikasi dari masing-masing pasangan primer. Kelima primer tersbeut &nbsp;diharapkan tidak hanya mencakup hampir keseluruhan gen sitokrom b katak tetapi juga meningkatkan sensitivitas sebagai upaya penjaminan produk halal.</p> Norman Yoshi Haryono Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-10-13 2022-10-13 2 5 313 317 Pengelolaan limbah elektronik sekolah (e-waste) pada tingkat SMP dan SMA di kecamatan Pakal kota Surabaya http://journal3.um.ac.id/index.php/mipa/article/view/2865 <p>Currently, e-waste management has been regulated in government regulations (PP) number 27 of 2020. However, in its implementation, there are still not many who can do it well in accordance with these regulations, as is that case with schools. . The purpose of this research is to identify the types of waste and management that have been carried out by schools at the junior and senior high school levels in the Pakal District area. . The collection of information on waste management conditions is carried out using interviews and direct observations which will be standardized with national and international regulations on hazardous and toxic materials (B3) waste management (ISO 14001: 2015). The majority of waste is dominated by CPU’s with a percentage of 30 percent.&nbsp; Based on the results of the research, it shows that management efforts carried out by schools are still not in accordance with national and international regulations, because schools do not collect waste data and storage it properly, as some of the waste mixed with non-hazardous and toxic waste. In addition, the transport of waste does not use parties who have a hazardous and toxic waste (B3) transportation permit.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Saat ini, pengelolaan limbah elektronik sudah diatur dalam PP nomor 27 tahun 2020. Namun, dalam implementasinya tidak banyak dilakukan oleh pihak penghasil limbah salah satunya yaitu sekolah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi jenis limbah serta pengelolaan yang telah dilakukan oleh sekolah pada tingkat SMP dan SMA di wilayah Kecamatan Pakal. Pengumpulan informasi mengenai kondisi pengelolaan limbah dilakukan menggunakan wawancara serta observasi langsung yang akan distandarisasi dengan regulasi nasional tentang pengelolaan limbah B3 dan internasional (ISO 14001:2015). Mayoritas limbah didominasi oleh CPU dengan persentase 30 persen. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pengelolaan yang dilakukan oleh sekolah masih belum sesuai dengan regulasi nasional dan internasional. Dikarenakan sekolah tidak melakukan pendataan limbah serta penyimpanan pada beberapa limbah dicampur dengan sampah non B3. Selain itu, pengangkutan limbah tidak menggunakan pihak yang memilki izin pengangkutan B3</p> Hisandy Rachmadhany Alamsyah Yayok Suryo Purnomo Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-12-13 2022-12-13 2 5 318 327 Peran mahasiswa asistensi mengajar untuk meningkatkan literasi sains siswa SMP Negeri 1 Turen melalui kegiatan pengenalan lingkungan sekolah http://journal3.um.ac.id/index.php/mipa/article/view/2897 <p>The 21st century is said to be the era of human capital or an era where science will develop very rapidly. The development of science and technology that occurs must be balanced with human resources that are superior and ready to experience all the changes that exist. Through the Teaching Assistance program implemented at Turen 1 Public Middle School, it is hoped that students as agents of change can share knowledge and develop existing resources at school. This hope can be realized through academic and non-academic activities carried out. One of the non-academic activities carried out to prepare quality human resources is the introduction of the school environment to students. The activities to introduce the school environment included giving scientific names to greenhouse plants and the environment, art exhibitions, wise word activities, and placing educational posters through the UKS program. Through these activities it can increase students' scientific literacy by maximizing the facilities and resources in schools as an effort to prepare quality human resources.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Pada abad 21 dikatakan sebagai <em>era of human capital</em> atau era dimana ilmu pengetahuan akan bekembangan dengan sangat pesat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang uggul dan siap mengalami segala perubahan yang ada. Melalui program Asistensi Mengajar yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Turen diharapkan mahasiswa sebagai salah satu <em>agent of change</em> dapat membagikan pengetahuan dan mengembangkan sumber daya yang ada di sekolah. Harapan tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan akademik dan non akademik yang dilaksanakan. Salah satu kegiatan non akademik yang dilaksanakan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas adalah pengenalan lingkungan sekolah kepada siswa. Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah tersebut berupa pemberian nama ilmiah pada tumbuhan greenhouse dan lingkungan, pameran karya, kegiatan wise word, dan pemasangan poster edukatif melalui program UKS. Melalui kegiatan tersebut dapat meningkatkan literasi sains siswa dengan memaksimalkan fasilitas dan sumber daya yang ada di sekolah sebagai upaya mempersiapakan sumber daya manusia yang berkualitas.&nbsp;</p> Nidya Nur Anisa’ Umi Laila Ramadhan Yurike Utari Kustono Kustono Sugiyanto Sugiyanto Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-12-15 2022-12-15 2 5 328 335 Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa pada Materi Hukum Newton http://journal3.um.ac.id/index.php/mipa/article/view/3032 <p>This study aims to identify and analyze the problem solving ability of students in understanding the definitions and concepts of science, especially Newton's Law. The research used in this journal is a descriptive study with a qualitative-quantitative approach. A qualitative approach is used to describe students' problem solving abilities. Meanwhile, a qualitative approach is used to analyze the relationship between students' conceptual understanding and students' problem solving abilities. The data collection method used was in the form of a test with a population of 21 students from the Department of Physics for the class of 2019. The test instrument is in the form of 5 item descriptions, each of which will contain 4 problem-solving indicators proposed by Polya, which consists of understanding the problem, making a settlement plan, performing calculations, and re-examining. The data obtained were then analyzed by calculating the percentage of students' problem-solving abilities on each question and indicator. Based on the analysis, the average percentage of each indicator on the problem-solving ability question is 93.30 percent for indicator 1, 85.70 percent for indicator 2, 85.70 percent for indicator 3, and 79.50 percent for indicator 4, with the percentage a total of 86.05 percent.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis kemampuan pemecahan masalah pada mahasiswa dalam memahami definisi dan konsep sains khususnya pada materi Hukum Newton. Penelitian yang digunakan dalam jurnal ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif-kuantitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Sedangkan pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman konsep mahasiswa dengan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa tes dengan populasi mahasiswa Jurusan Fisika angkatan 2019 yang berjumlah 21 mahasiswa. Instrumen tes berupa 5 butir soal uraian yang masing-masing butir soal akan memuat 4 indikator pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Polya yaitu terdiri dari memahami masalah, membuat rencana penyelesaian, melakukan perhitungan, dan memeriksa kembali. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menghitung persentase kemampuan pemecahan masalah mahasiswa pada setiap soal dan indikator. Berdasarkan analisis diperoleh rata-rata persentase setiap indikator pada soal kemampuan pemecahan masalah yaitu 93,30 persen untuk indikator 1, 85,70 persen untuk indikator 2, 85,70 persen untuk indikator 3, dan 79,50 persen untuk indikator 4, dengan persentase keseluruhan sebesar 86,05 persen.</p> Mega Maulidiya Nur Rizka Faridhatul Qhusna Dewi Fajar Larasati Bakhrul Rizky Kurniawan Copyright (c) 2023 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-12-15 2022-12-15 2 5 336 344