Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap penguasaan konsep fisika siswa kelas X SMA Negeri I Lawang pokok bahasan suhu dan kalor

Authors

  • Desi Darma Wulan
  • Sutarman Sutarman
  • Bambang Tahan Sungkowo

DOI:

https://doi.org/10.17977/um067v1i7p570–577

Keywords:

pembelajaran inkuiri terbimbing, penguasaan konsep fisika

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penguasaan konsep fisika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan posttest only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas X MIA SMA Negeri I Lawang tahun ajaran 2014-2015. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik puposive sampling, sehingga diperoleh sampel, yaitu siswa kelas X MIA 1 sebagai kelas ekperimen dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa kelas X MIA 3 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Uji hipotesis penelitian menggunakan uji-t untuk mengetahui perbedaan penguasaan konsep fisika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Hasil uji hipotesis terhadap penguasaan konsep fisika siswa diperoleh nilai thitung sama dengan 2,256 dan 1,997 (t66; 0,05). Karena nilai thitung sama dengan 2,256 lebih besar dari 1,997 (t66; 0,05) , maka H0 ditolak. Jadi, dapat  disimpulkan bahwa penguasaan konsep fisika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi daripada penguasaan konsep fisika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.

References

Amilasari, A & Sutiadi, A. (2008). Peningkapan Kecakapan Akademik Siswa SMA dalam Pembelajaran Fisika melalui Penerapan Inkuiri Terbimbing. Jurnal Pengajaran MIPA, 12: 2.

Andriani, N. (2011). Efektivitas Penerapan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) pada Mata Pelajaran Fisika Pokok Bahasan Cahaya di Kelas VIII SMP Negeri 2 Muara Padang. Bandung: Prosiding Simposium Nasional Inovasi Pembelajaran dan Sains 2011 (SNIPS 2011).

Arends, R.I. (2008). Learning of Teach. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arikunto, S. (2013). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Budiada, I. W. (2012). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuriri Terbimbing Berbasis Asesmen Portofolio terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X Ditinjau dari Adversity Quotient. Tesis tidak diterbitkan. Singaraja: Program Pasca Sarjana Undiksha.

Dahar, W. R. (1988). Teori-Teori Belajar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Deta, U. A., Suparmi & Widha, S. (2013). Pengaruh Metode Inkuiri Terbimbing dan Proyek, Kreativitas serta Keterampilan Proses Sains Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Fisikan Indonesia, 9: 28-34.

Hamalik, O. (1990). Metoda Belajar dan Kesulitan Belajar. Bandung: Transito.

Hermawanto, Kusairi, S. & Wartono. (2013). Pengaruh Blended Learning terhadap Penguasaan Konsep dan Penalaran Fisika Peserta Didik Kelas X. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 9: 67-76.

Hidayat, S., Festiyed & Fauzi,A. (2012). Pengaruh Pemberian Asseement Essay terhadap Pencapaian Kompetensi Siswa dalam Pemebelajaran Fisika Menggunakan Pendekatan Ekspositori dan Inkuiri Di Kelas XI IA SMA N 1 Kecamatan Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika, 1: 1-14.

Khoirina, D. (2010). Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Pada Pembelajaran Fisika Pokok Bahasan Kalor dan Azas Black Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X-5 SMAN 02 Batu Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi Tidak Diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Kurnianto, P., Dwijananti, P. & Khumaedi. (2010). Pengembangan Kemampuan Menyimpulkan dan Mengkomunikasikan Konsep Fisika Melalui Kegiatan Praktikum Fisika Sederhana. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 6: 1.

Kurniawati, I.D., Wartono & Diantoro, M. (2014). Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Integrasi Peer Instruction Terhadap Penguasaan Konsep dan Kemampuan Berpikir Kritis. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 10: 36-46.

Majid, A. (2013). Startegi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muijs, D. & Reynolds, D. (2008). Effective Teaching: Teori dan Aplikasi, edisi kedua. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Munfaati, N. Y. (2014). Penerapan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Disertai Resitasi Pada Materi Suhu dan Kalor: Studi Kasus Di SMA Negeri 1 Ponorogo. Skripsi Tidak Diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Panasan, M & Nuangchalem, P. (2010). Learning Outcomes of Project-Based and Inquiry Based Learning Activities. Journal of Social Science, 6(2): 252-255.

Permendikbud Nomor 104. (2014). Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidik Pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdiknas.

Permendiknas Nomor 69. (2013). Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah. Jakarta: Depdiknas.

Pradina, R. A. (2010). Penguasaan Konsep Sistem Reproduksi dengan Pembelajaran Aktif Menggunakan Kartu Sortir. Skripsi Tidak Diterbitkan. Bandung: UPI.

Rusilowati, A. (2006). Profil Kesulitan Belajar Fisika Bahasan Kelistrikan Siswa SMA di Kota Semarang. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 4(2).

Sochibin, A., Dwijayanti, P., Marwoto, P. (2009). Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Peningkatan Pemahaman dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SD. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 5 (2).

Sozbilir, M. (2003). A Review Of Selected Literature On Student’s Misconception Of Heat and Temperature. Bogazici University Journal of Education, 20(1).

Sudjana, N. (2010). Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Sumaryono, I.W. (2010). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Realistik untuk Melatihkan Kemampuan Berpikir Kritis. Skripsi Tidak Diterbitkan. Surabaya: FMIPA IAIN.

Sund, R. B; Trowbrigde, L. W. (1973). Teaching Science by Inquiry in The Secondary School. Ohio: A Bell & Howell Company.

Supardi. 2013. Aplikasi Statistika Dalam Penelitian, Konsep Statistika yang lebih komprehensif. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Sumaji, Soehako, R. M. J. & Mangunwijaya, Y.B. 1998. Pendidikan Sains yang Humanitis. Yogyakarta: Kanisius.

Suwarsono, P. 2011. Upaya Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Fisika Angkatan Tahun 2010/2011 Offering M Kelas G Melalui Penerapan Pemeblajaran Fisika Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing. FOTON, Jurnal Fisika dan Pembelajarannya, 15(1):01.

Tursinawati. 2012. Penerapan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Pemahaman Hakikat Sains Siswa. Jurnal Pendidikan Serambi Ilmu, 11(2): 61-125.

Wahyudin, Sutikno & Isa. 2010. Keefektifan Pembelajaran Berbantuan Multimedia Menggunakan Metode Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Siswa. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 6.

Wartono. 2003. Strategi Belajar Mengajar Fisika. Malang: Universitas Negeri Malang & JICA.

Wenning, C.J. 2011. Experimental Inquiry in Introductory Physics Courses. Journal of Physics Teacher Education Online, 6(2): 9-16.

Wijayanti, P.I, Mosik & Hindarto, N. 2010. Eksplorasi Kesulitan Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Cahaya dan Upaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 6: 1-5.

Wiyatsih, K. 2011. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Prestasi dan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMAN 1 Malang. Skripsi Tidak Diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang

Downloads

Published

11-01-2022

How to Cite

Darma Wulan, D., Sutarman, S., & Tahan Sungkowo, B. . (2022). Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap penguasaan konsep fisika siswa kelas X SMA Negeri I Lawang pokok bahasan suhu dan kalor. Jurnal MIPA Dan Pembelajarannya (JMIPAP), 1(7), 570–577. https://doi.org/10.17977/um067v1i7p570–577

Issue

Section

Articles