Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik http://journal3.um.ac.id/index.php/ft <table border="0" width="100%" cellspacing="10" cellpadding="4"> <tbody> <tr> <td valign="top" width="100"> <p><img src="http://journal3.um.ac.id/public/site/images/pranandaanugrah/cover-buku-jitet.png" alt="cover" width="1519" height="2330" /></p> </td> <td valign="top" width="100%"> <table class="data" width="100%"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Journal title</strong></td> <td width="40">: Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik<strong><br /></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Initials</strong></td> <td width="40"><strong>:</strong> JITET</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Editor in Chief<br /></strong></td> <td width="40">: Siti Sendari<strong><br /></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Frequency</strong></td> <td width="40">: 12 Issues every year</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>ISSN (online)<br /></strong></td> <td width="40">: <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20210609191536520" target="_blank" rel="noopener">2797-7196</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Publisher</strong></td> <td width="40"><strong>:</strong> Universitas Negeri Malang</td> </tr> </tbody> </table> </td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> <p><strong>Journal Summary<br /></strong></p> </td> <td width="40"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <p>Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik menerbitkan naskah terkait Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan. Fokus dan lingkup jurnal meliputi Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan</p> </div> </div> </td> </tr> </tbody> </table> en-US Fri, 02 Feb 2024 02:34:43 +0000 OJS 3.3.0.5 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Smartphone Donation for Education: A Technopreneurship’s Approach in Indonesian Case Study http://journal3.um.ac.id/index.php/ft/article/view/4954 <p>This paper proposed a smartphone donation to help Indonesian students in remote areas and students who needed help, such as students in orphanages in Indonesia, using the technopreneurship approach. The technopreneurship steps that we used in this study started with collecting data through a questionnaire to know the willingness of Indonesians to donate and their preferences in donating their used smartphones. We found that 78.7% of the respondents are eager to donate, and they trust the social, educational, and religious institutions as trusted, credible institutions as places for collecting used smartphones. However, online channels are more convenient for them to donate, followed by donations through religious institutions such as mosques, churches, viharas, and temples. As a result, a business model canvas and a business process are constructed to answer the eagerness of Indonesians to donate their used smartphones.</p> <p>Penelitian ini mengusulkan donasi smartphone untuk membantu pelajar Indonesia di daerah terpencil dan pelajar yang membutuhkan bantuan, seperti pelajar di panti asuhan di Indonesia, dengan menggunakan pendekatan technopreneurship. Langkah-langkah technopreneurship yang kami gunakan dalam penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data melalui kuesioner untuk mengetahui kesediaan masyarakat Indonesia untuk berdonasi dan preferensi mereka dalam mendonasikan smartphone bekas mereka. Kami menemukan bahwa 78,7% dari responden sangat ingin berdonasi, dan mereka mempercayai lembaga-lembaga sosial, pendidikan, dan keagamaan sebagai lembaga yang terpercaya dan kredibel sebagai tempat pengumpulan smartphone bekas. Namun, saluran online lebih nyaman bagi mereka untuk berdonasi, diikuti oleh donasi melalui lembaga keagamaan seperti masjid, gereja, vihara, dan kuil. Hasilnya, sebuah kanvas model bisnis dan proses bisnis dibangun untuk menjawab keinginan masyarakat Indonesia untuk mendonasikan smartphone bekas mereka.</p> Siana Halim , Debora A.Y. Aysia, Jessi Lestari, Gan Shu San Copyright (c) 2024 http://journal3.um.ac.id/index.php/ft/article/view/4954 Fri, 02 Feb 2024 00:00:00 +0000 Mobile Live Coding Interaction and User Interface Design for Informatics Students http://journal3.um.ac.id/index.php/ft/article/view/4955 <p>This research was conducted to design a user interface design in the form of a prototype for learning media for mobile-based basic programming courses using a User-Centered Design approach. Where this approach uses four stages in its implementation, including: 1) Analysis, 2) Design, 3) Build or Revise, and 4) User Test. The use case diagram in this user interface uses two actors, namely students and admins. The test was conducted on 10 students and vocational high school students using the short-type User Experience Questionnaire (UEQ) test method. From the tests carried out, the average results of Pragmatic Quality are 1.70, Hedonic Quality is 1.39, and Overall is 1.54. From the results of the study, it was found that the mobile learning media interface for basic programming subjects was comfortable and easy to use.</p> <p>Penelitian ini dilakukan untuk merancang desain user interface berupa prototype media pembelajaran mata kuliah pemrograman dasar berbasis mobile dengan menggunakan pendekatan User-Centered Design. Dimana pendekatan ini menggunakan empat tahapan dalam implementasinya, antara lain: 1) Analisis, 2) Desain, 3) Build atau Revisi, dan 4) Uji Pengguna. Diagram use case pada user interface ini menggunakan dua aktor yaitu mahasiswa dan admin. Pengujian dilakukan terhadap 10 orang siswa dan siswi SMK dengan menggunakan metode tes User Experience Questionnaire (UEQ) tipe pendek. Dari pengujian yang dilakukan diperoleh rata-rata hasil Pragmatic Quality sebesar 1,70, Hedonic Quality sebesar 1,39, dan Overall sebesar 1,54. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa antarmuka media mobile learning mata pelajaran pemrograman dasar nyaman dan mudah digunakan.</p> Syaad Patmanthara, Wahyu Nur Hidayat, Tri Atmadji Sutikno, Dila Umnia Soraya, Wiji Dwi Prasetyo, Rista Bramastya Copyright (c) 2024 http://journal3.um.ac.id/index.php/ft/article/view/4955 Fri, 02 Feb 2024 00:00:00 +0000 Pembuatan Kursi Massage Guna Meningkatkan Kompetensi Warga Binaan Lapas Wanita IIA Malang http://journal3.um.ac.id/index.php/ft/article/view/4956 <p>Class IIA Malang Women's Prison, as a correctional institution, organizes various rehabilitation and empowerment programs for Prisoners (WBP). In the context of dense training activities, especially in the fields of religion and skills, prison inmates' immunity and endurance decrease. In response, a training program for making Massage Chairs was implemented to improve the competency of prison inmates. This training aims to provide skills and expertise and enhance the personality of prison inmates. The results of this empowerment program are the production of Massage Chairs which the community can sell. The procurement process involves surveys, design, material procurement, production, testing, evaluation, and reporting activities. The program's success is measured by increasing the competency of prison inmates, which is expected to positively impact their reintegration into society and the world of work.</p> <p>Lapas Wanita Kelas IIA Malang, sebagai lembaga pemasyarakatan, menyelenggarakan berbagai program rehabilitasi dan pemberdayaan bagi Warga Binaan Permasyarakatan (WBP). Dalam konteks padatnya kegiatan pelatihan, terutama di bidang agama dan keterampilan, terjadi penurunan imunitas dan daya tahan tubuh penghuni lapas. Sebagai respons, dilaksanakan program pelatihan pembuatan Kursi Massage untuk meningkatkan kompetensi penghuni lapas. Pelatihan ini bertujuan memberikan bekal keterampilan, keahlian, dan meningkatkan kepribadian penghuni lapas. Hasil dari program pemberdayaan ini berupa produksi Kursi Massage yang dapat dijual oleh masyarakat. Proses pengadaan melibatkan survei kebutuhan, perancangan, pengadaan material, produksi, uji coba, evaluasi, dan pelaporan kegiatan. Keberhasilan program diukur melalui peningkatan kompetensi penghuni lapas, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam reintegrasi mereka ke masyarakat dan dunia kerja.</p> Rizki Yulianingrum Pradani, Mohammad Musthofa Al Ansyorie, Duwi Leksono Edy, Muhammad Aris Ichwanto, Eva Putri Purbasari Copyright (c) 2024 http://journal3.um.ac.id/index.php/ft/article/view/4956 Fri, 02 Feb 2024 00:00:00 +0000 Pengembangan Layout 3D Rest Area dan Wisata Alam Desa Pagersari Berbasis Country Care untuk Meningkatkan Daya Tarik Wisatawan http://journal3.um.ac.id/index.php/ft/article/view/4957 <p>The location of Pagersari Village, which is in the highlands, makes it have a lot of potential natural resources that can be developed. This is also supported by the Pagersari Village area, which is mostly forest and very fertile land. Therefore, the development of the potential of Pagersari Village to be used as a rest area and nature tourism requires an exciting concept so that the existing potential can attract tourists. One idea that can be developed is to build a rest area and nature tourism in Pagersari Village using a country care basis. In other words, the development of the existing village potential is carried out by prioritizing the concept of caring for the village environment. In this 3D layout concept, tourist spots that can be developed are tourist spots related to nature or the environment of Pagersari Village itself. The natural tourist spot in question can be developed in the rest area, which will also be realized to increase the attractiveness of visitors, which will certainly be related to the welfare of the surrounding community.</p> <p>Lokasi Desa Pagersari yang terletak di dataran tinggi membuatnya memiliki banyak potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan. Hal ini juga didukung oleh wilayah Desa Pagersari yang sebagian besar berupa hutan dan juga tanah yang sangat subur. Maka dari itu, pengembangan potensi Desa Pagersari untuk dijadikan rest area dan wisata alam memerlukan adanya suatu konsep yang menarik sehingga potensi-potensi yang ada ini dapat menarik minat wisatawan. Salah satu konsep yang dapat dikembangkan adalah membangun rest area dan wisata alam pada Desa Pagersari dengan menggunakan basis country care. Dengan kata lain, pengembangan potensi desa yang sudah ada dilakukan dengan mengedepankan konsep peduli lingkungan desa. Pada konsep layout 3D ini, spot-spot wisata yang dapat dikembangkan adalah spot wisata yang berkaitan dengan alam atau lingkungan Desa Pagersari sendiri. Spot wisata alam yang dimaksud dapat dikembangkan pada rest area yang nantinya juga akan direalisasikan untuk meningkatkan daya tarik pengunjung yang pastinya akan berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat sekitar.</p> R. Machmud Sugandi, Mohammad Musthofa Al Ansyorie, Muhammad Aris Ichwanto, Eko Suwarno, Nur Ira Mega Maharani, Novianti Novianti Copyright (c) 2024 http://journal3.um.ac.id/index.php/ft/article/view/4957 Fri, 02 Feb 2024 00:00:00 +0000 Improving the quality of vocational education through work-based learning in the era of the ASEAN Economic Community http://journal3.um.ac.id/index.php/ft/article/view/4958 <p>In this AEC time, competition can be a benchmark of the significance of progressing the quality of human assets in Indonesia. To respond to current market conditions, it is necessary to have a fast response. The aim is that educational institutions can face the changing global market threat. Education in SMKs must be able to develop and be able to innovate to follow up on opportunities and challenges in the global market. The right solution to this problem is the work-based learning model approach. There are three approaches to learning: first, the practice of fieldwork is a form of development that can be done by vocational education institutions to improve skills not found in the learning process at school and carried out together with the Business World or Industrial World (BW/IW). Second, the industrial class, which is currently widely applied in vocational schools because it is one of the programs considered to be able to bridge the competency gap that exists in schools with BW/IW so that schools can continue to follow the times that can produce skilled workers in the industry. Third, the teaching factory is work-based learning in vocational schools whose output is production/service that alludes to the benchmarks and methods that apply within the industry and are carried out in an atmosphere like that that exists within the industry. Through learning opportunities in practical settings, work-based learning will have an impact on participants and serve as a model for improving the standard of instruction at vocational institutions.</p> <p>Di masa MEA ini persaingan dapat menjadi tolak ukur betapa pentingnya kemajuan kualitas aset manusia di Indonesia. Untuk menyikapi kondisi pasar saat ini, diperlukan respon yang cepat. Tujuannya agar lembaga pendidikan dapat menghadapi ancaman pasar global yang terus berubah. Pendidikan di SMK harus mampu berkembang dan mampu berinovasi untuk menindaklanjuti peluang dan tantangan di pasar global. Solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pendekatan model pembelajaran berbasis kerja. Pendekatan pembelajarannya ada tiga, yaitu: pertama, praktek kerja lapangan merupakan suatu bentuk pengembangan yang dapat dilakukan oleh lembaga pendidikan vokasi dalam meningkatkan keterampilan yang tidak terdapat pada proses pembelajaran di sekolah dan dilakukan bersama dengan Dunia Usaha atau Dunia Industri. (BW/IW). Kedua, kelas industri yang saat ini banyak diterapkan di SMK karena merupakan salah satu program yang dianggap mampu menjembatani kesenjangan kompetensi yang ada di sekolah dengan BW/IW, sehingga sekolah dapat terus mengikuti perkembangan zaman. menghasilkan tenaga kerja terampil di industri tersebut. Ketiga, teaching factory, teaching factory merupakan pembelajaran berbasis kerja di SMK yang outputnya berupa produksi/jasa yang mengacu pada tolok ukur dan metode yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang ada di industri. Melalui kesempatan pembelajaran dalam suasana praktis, pembelajaran berbasis kerja akan berdampak pada peserta dan berfungsi sebagai model untuk meningkatkan standar pengajaran di lembaga kejuruan.</p> Defris Hanindya Edwiyan Pradana, Yoto Yoto, Achmad Romadin, Frihandhika Permana, Wiputra Cendana Copyright (c) 2024 http://journal3.um.ac.id/index.php/ft/article/view/4958 Fri, 02 Feb 2024 00:00:00 +0000